Bagaimana Menjadi Guru Yang Baik ?

Pertama sekali saya menjadi guru, saya tidak begitu meminati tugas sebagai guru (hal ini telah saya ungkapkan dalam tulisan saya tentang doa seorang guru), sampai suatu ketika saya membaca slogan yang bertuliskan “Jadilah Guru Yang Baik, Atau Tidak Sama Sekali”,,, kalimat tersebut membuat saya tertegun dan akhirnya berjanji untuk berusaha melakukan tugas dengan Ikhlas dan berusaha menjadi Guru yang baik.

Tahun lalu, saya mengikuti pelatihan tentang Pembelajaran Pada SMK-SBI ( Sekolah Berstandar Internasional ), dan dalam pelatihan tersebut saya mendapat materi  tentang pertanyaan di atas. Terlintas dalam benak saya, mungkin ada teman-teman yang mengalami pengalaman seperti saya, atau teman-teman masih belum sepenuhnya menjalankan tugas sebagai guru. Itulah sebabnya saya menuliskannya dalam blog ini. Dengan harapan teman-teman yang kebetulan menbaca blog ini dan belum pernah mendapatkan materi  ini, dapat menambah wawasan. Saya juga belum menjadi guru yang baik, tapi kita ingin berusaha menuju kearah sana.

Ini dia, beberapa tips untuk menjadi guru yang baik,,, :

  • Pertama. Berusahalah tampil di depan kelas dengan prima. Kuasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika dapat, ketika bicara di muka kelas tidak membuka catatan atau buku pegangan. Sampaikan materi dengan suara yang jelas dan lancar sehingga siswa dapat menerima dan memahami apa yang kita sampaikan. Tampil prima di depan kelas juga harus memperhatikan penampilan kita. Berpakaian yang rapi, sopan dan bersih akan  mencerminkan pribadi kita yang menarik, itu berarti kita juga harus tampil segar dan harum, agar siswa nyaman saat belajar sekalipun durasi jam mengajar kita lumayan lama. Bukan maksudnya kita harus tampil cantik atau tampan, tapi kita bersih dan menarik
  • Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat inteligensi yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada  yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sangat sulit mengerti. Itu artinya kita harus bijak menampung dan menyikapi setiap pertanyaan-pertanyaan siswa dan dapat mencari cara sederhana untuk menjelaskan kepada siswa yang memiliki kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari.
  • Ketiga. Berusahalah selalu ceria di depan kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan di rumah atau dari tempat lain sewaktu kita akan memasuki kelas. Sehingga kita dapat memulai pembelajaran dengan semangat dan ceria.
  • Keempat. Kendalikan emosi.  Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Marah di kelas akan membuat  suasana tidak nyaman, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.
  • Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain. Janganlah merasa malu karena hal ini, mari kita ingat bahwa sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Jangan menutupi kelemahan kita dengan cara marah.
  • Keenam. Malu untuk melakukan perbuatan salah, dan takut dari akibat perbuatan salah yang dilakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.
  • Ketujuh. Bersikap sabar dan harus dapat menerima hidup ini sebagaimana adanya. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusahalah mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merugikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.
  • Kedelapan. Tidak sombong. Tidak menyombongkan diri dihadapan murid dan jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mempermalukan siswa yang tidak pandai di depan orang banyak, tetapi panggillah anak yang bermasalah dan bicara dengan baik kepadanya.
  • Kesembilan. Berlaku adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa.
  • Kesepuluh. Produktif dalam menghasilkan: Buku, artikel, Modul pembelajaran, Media pembelajaran, RPP dan selalu melakukan tindakan kelas.

Inilah beberapa tips yang dapat saya kemukakan, mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan. Seperti yang saya sampaikan di atas, saya menyuguhkan ini hanya karena ingin berbagi. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terimakasih.

Di Puncak lelah yang mendaki

Dengan langkah yang tertatih

‘duh Yesus,,, kutapaki jalan seorang diri

Betapa panasnya mentari

Menghujam bagaikan sembilu

Aku berkubang pedih

Namun semangat ini akan tetap kupacu

‘duh Yesus,, ingin aku belajar darimu

Tentang bagaimana membawa beban tanpa mengeluh

Tentang luka yang nyeri tanpa mengaduh

Tentang memeluk kenyataan betapapun pahitnya

Tentang menerima pukulan benci tanpa menepisnya

‘duh Yesus,,! Pada hari ini aku tahu betul

Walau cobaan dan penderitaan mengiringi

Aku harus mampu memeluk derita dengan berani

Menerima hidup sebagaimana adanya

‘tuk wujudkan sebuah impian dan harapan..

Allah Bapaku,, terimakasih ananda ucapkan

Atas didikan dan nasihat yang aku terima

Atas kasih sayang dan doa yang tulus

Yang menjadi cambuk perjalanan hidupku

( Amin )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: