SEBELLLL

Hari ini aku sebel bgt,, kesel…

Leave a comment »

Menjalani Masa Kehamilan

Bulan pertama setelah aku tahu aku positif hamil,, aku menjadi orang yg paling bahagia,,aku enjoy dan selalu tampak ceria.  tapi,,, begitu masuk bulan kedua dan ketiga… ternyata begitu berat, aku tidak bisa makan,, aku mual & muntah,,, tak ada tenaga, bahkan air putihpun terasa pahit…Tiap melihat air, aku muntah… kedinginan,, mandi 1 x sehari, cuci rambut 1 x seminggu… ‘duh,,, aku tak menduga sebegitu parah… (hehehe).. Syukurlah,, setelah 3 bulan terlewati, kini aku sdh mulai bisa makan dan beraktifitas..

Semoga bayiku sehat dan lahir normal… Amin…

Leave a comment »

Bagaimana Menjadi Guru Yang Baik ?

Pertama sekali saya menjadi guru, saya tidak begitu meminati tugas sebagai guru (hal ini telah saya ungkapkan dalam tulisan saya tentang doa seorang guru), sampai suatu ketika saya membaca slogan yang bertuliskan “Jadilah Guru Yang Baik, Atau Tidak Sama Sekali”,,, kalimat tersebut membuat saya tertegun dan akhirnya berjanji untuk berusaha melakukan tugas dengan Ikhlas dan berusaha menjadi Guru yang baik.

Tahun lalu, saya mengikuti pelatihan tentang Pembelajaran Pada SMK-SBI ( Sekolah Berstandar Internasional ), dan dalam pelatihan tersebut saya mendapat materi  tentang pertanyaan di atas. Terlintas dalam benak saya, mungkin ada teman-teman yang mengalami pengalaman seperti saya, atau teman-teman masih belum sepenuhnya menjalankan tugas sebagai guru. Itulah sebabnya saya menuliskannya dalam blog ini. Dengan harapan teman-teman yang kebetulan menbaca blog ini dan belum pernah mendapatkan materi  ini, dapat menambah wawasan. Saya juga belum menjadi guru yang baik, tapi kita ingin berusaha menuju kearah sana.

Ini dia, beberapa tips untuk menjadi guru yang baik,,, :

  • Pertama. Berusahalah tampil di depan kelas dengan prima. Kuasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika dapat, ketika bicara di muka kelas tidak membuka catatan atau buku pegangan. Sampaikan materi dengan suara yang jelas dan lancar sehingga siswa dapat menerima dan memahami apa yang kita sampaikan. Tampil prima di depan kelas juga harus memperhatikan penampilan kita. Berpakaian yang rapi, sopan dan bersih akan  mencerminkan pribadi kita yang menarik, itu berarti kita juga harus tampil segar dan harum, agar siswa nyaman saat belajar sekalipun durasi jam mengajar kita lumayan lama. Bukan maksudnya kita harus tampil cantik atau tampan, tapi kita bersih dan menarik
  • Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat inteligensi yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada  yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sangat sulit mengerti. Itu artinya kita harus bijak menampung dan menyikapi setiap pertanyaan-pertanyaan siswa dan dapat mencari cara sederhana untuk menjelaskan kepada siswa yang memiliki kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari.
  • Ketiga. Berusahalah selalu ceria di depan kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan di rumah atau dari tempat lain sewaktu kita akan memasuki kelas. Sehingga kita dapat memulai pembelajaran dengan semangat dan ceria.
  • Keempat. Kendalikan emosi.  Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Marah di kelas akan membuat  suasana tidak nyaman, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.
  • Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain. Janganlah merasa malu karena hal ini, mari kita ingat bahwa sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Jangan menutupi kelemahan kita dengan cara marah.
  • Keenam. Malu untuk melakukan perbuatan salah, dan takut dari akibat perbuatan salah yang dilakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.
  • Ketujuh. Bersikap sabar dan harus dapat menerima hidup ini sebagaimana adanya. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusahalah mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merugikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.
  • Kedelapan. Tidak sombong. Tidak menyombongkan diri dihadapan murid dan jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mempermalukan siswa yang tidak pandai di depan orang banyak, tetapi panggillah anak yang bermasalah dan bicara dengan baik kepadanya.
  • Kesembilan. Berlaku adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa.
  • Kesepuluh. Produktif dalam menghasilkan: Buku, artikel, Modul pembelajaran, Media pembelajaran, RPP dan selalu melakukan tindakan kelas.

Inilah beberapa tips yang dapat saya kemukakan, mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan. Seperti yang saya sampaikan di atas, saya menyuguhkan ini hanya karena ingin berbagi. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terimakasih.

Di Puncak lelah yang mendaki

Dengan langkah yang tertatih

‘duh Yesus,,, kutapaki jalan seorang diri

Betapa panasnya mentari

Menghujam bagaikan sembilu

Aku berkubang pedih

Namun semangat ini akan tetap kupacu

‘duh Yesus,, ingin aku belajar darimu

Tentang bagaimana membawa beban tanpa mengeluh

Tentang luka yang nyeri tanpa mengaduh

Tentang memeluk kenyataan betapapun pahitnya

Tentang menerima pukulan benci tanpa menepisnya

‘duh Yesus,,! Pada hari ini aku tahu betul

Walau cobaan dan penderitaan mengiringi

Aku harus mampu memeluk derita dengan berani

Menerima hidup sebagaimana adanya

‘tuk wujudkan sebuah impian dan harapan..

Allah Bapaku,, terimakasih ananda ucapkan

Atas didikan dan nasihat yang aku terima

Atas kasih sayang dan doa yang tulus

Yang menjadi cambuk perjalanan hidupku

( Amin )

Comments (1) »

PERNIKAHANKU

“Thanks Jesus,,,”

kalimat itulah yang pertama keluar dari bibirku saat acara pernikahan kami selesai. Kini aku telah menjadi seorang istri.. Semuanya begitu indah, membahagiakan dan membuat aku tak henti-hentinya bersyukur..

Pesta pernikahan kami yang terlaksana pada hari Jumat, 3 Juli 2009  lalu, semuanya ada dalam berkat Tuhan.

Pemberkatan kami di adakan di HKBP Tusam Raya, Perumnas Batu Enam, Pematang Siantar. Dan acara resepsi serta pelaksanaan adatnya di adakan di Gedung Tubang Arna, Perumnas Batu Enam.

Kini, Bang Andy telah menjadi suami tercintaku…

Tuhan,, Berkatilah Rumah Tangga yang kami bentuk ini. Kami yakin dan percaya bahwa Tuhan Yang Mempertemukan kami dan mengikat kami dalam ikatan pernikahan kudus ini..

Bimbing dan mampukan kami selalu, agar kiranya kami dapat menjadi pasangan yang saling membangun, menghormati dan mengasihi dengan sepenuh hati… Kiranya Bang Andy dapat menjadi suami terbaik bagiku, mengasihiku apa adanya, memperhatikan aku setiap saat, mendampingi dengan kasih sayang sepajang hidupku serta membahagiakanku dengan hati yang tulus ikhlas. (amin,,,amin,,,amin)

Tuhan,, jadikan hamba sebagai istri yang baik bagi bang Andy,, yang selalu sayang dan cinta kepada bang Andy dalam kondisi atau situasi apapun, serta dapat bersikap dan bertingkah laku sebagaimana anak Tuhan yang Takut dan Sayang pada Tuhan. (amin,,,amin,,,amin,,, Ya Tuhanku)

Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya

Indah ketika Tuhan mempertemukan kami,

Indah ketika Tuhan menumbuhkan cinta kasih diantara kami

Indah saat Tuhan menyatukan kami dalam ikatan pernikahan Kudus

Amin1IMG_0039De12

Oh ya,, ini beberapa photo pernikahan kami…

DSC08044

Leave a comment »

Kak Seto mampir ke lab kami…

Kunjungan kak Seto dengan TIMnya membuat siswa/i antusias, terlebih yang sedang mengikuti ujian. Wah,, ternyata kak Seto kalem, tampan dari yang terlihat di TV, penampilannya sederhana dengan suara yang bagus…. nih dia photoku bareng kak seto…

Sukses dech buat kak Seto…🙂

100_3287

Leave a comment »

Doa Seorang Guru

Ya Allahku,,, Engkau yang menjadikan aku, Engkau mengenal aku luar dan dalam… dan Engkau telah menjadikan aku menjadi seorang guru.


Aku sendiri tidak tahu, mengapa Engkau memberikan pekerjaan guru kepadaku? sebab yang aku tahu, menjadi guru bukanlah cita-citaku…


Tapi aku cukup bahagia.. walaupun ada pahit dan duka yang aku alami : saat ada siswa yang kurang ajar, ada siswa yang melawan dan orangtua yang tidak peduli dengan anak tapi mereka cerewet,,, apalagi kita harus menghadapi siswa yang mayoritas laki-laki serta gaji yang boleh dikatakan pas-pasan.. Kadang memang keluhan seperti ini muncul, tapi ya Allahku,, semua ini menjadi hilang ketika kita menemukan : siswa yang lucu, ramah, sopan, rajin, cerdas, serta bersahabat,, belum lagi kalau kita bertemu dengan orangtua yang perhatian dan selalu turut-serta memantau kemajuan belajar anaknya, dan kebahagiaanku juga bertambah dengan memiliki kepala sekolah yang bijaksana serta rekan guru yang bersahabat… itu semua akan menjadikan semangat kerjaku lebih tinggi lagi.


Dan yang lebih membahagiakan lagi, adalah saat menyaksikan bila semua siswa lulus dengan nilai baik, sungguh saat yang mengharukan, melihat senyum mereka yang merekah melangkah tegap saat menerima ijazah… Ya Allahku,, itu semua adalah saat-saat yang selalu kunantikan.


Allahku,, lebih kurang sebelas tahun aku menjadi guru, aku sering bertemu dengan mantan siswa yang telah berhasil. Aku juga sangat terharu bila bertemu mereka. Kadang wajah mereka hampir lupa, tapi saat mereka menyebut nama dan tahun angkatannya, aku akan mengingat kembali, apalagi bila ternyata dia yang dulunya bandel berubah dewasa dan ramah. Memang ada juga mantan siswa yang tidak peduli bahkan buang muka, tapi tidak seberapa, kebanyakan dari mereka bersahabat dan menghargai guru.


Setiap tahun baru, banyak mantan siswa aku yang datang kerumah, kadang mereka ramai datang dan memang sengaja reuni di rumah. Aku sangat senang mendengar mereka bercerita dan tentunya kami bernostalgia saat-saat mereka belajar dulu… Yah,,, dulu mereka adalah siswa, sekarang menjadi orang yang berhasil. Aku bangga..


Tetapi ya Allah,, ajarlah agar aku tidak cepat bangga dan puas, karena masih panjang perjalanan lagi, dan nantinya akan hadir lagi adik-adik kelas mereka dengan berbagai karakter. Sebab Tugas guru hanya mencangkul, menyuburkan lahan, menabur, menyiram dan merawat hingga menghasilkan buah; Tetapi Engkau Allah yang menumbuhkan,, biarlah aku tidak terpukau dengan masa lalu, melainkan memandang masa kini.


Ya Allah,, hari-hariku adalah di sekolah, untuk itu.. tolonglah aku untuk selalu membuat persiapan yang baik, bangunkan aku lebih subuh, supaya aku tidak terlambat.. Karuniakan aku badan yang sehat, pikiran yang segar, hati yang sabar, sikap yang bijak dan jiwa yang ikhlas,, agar aku dapat mengajar dengan jelas dan memberikan ilmu yang baik. Biarlah aku setia menjadi guru tanpa pamrih, anugerahi aku dengan hati yang tabah penuh kebaikan, agar aku dapat menjalani tugas ini dengan setia dan semangat. Tuntaskanlah masa bakti ini, bakti kepadaMU ya Allah.. Biarlah Engkau menerima dengan baik apa yang aku kerjakan, karna inilah hidupku bagiMU ya Allahku, hidup sebagai seorang guru. Dan biarlah semuanya berjalan dalam kasihMU hingga aku pensiun kelak, kuingin meninggalkan pekerjaan dengan ucapan syukur padaMU.


Allahku,,, kelak… saat ajal menjemputku, sungguh Tuhan,, tidak apa-apa bila tidak ada mantan siswaku yang mengantarku ketempat peristirahatanku yang terakhir. Bukan juga karangan bunga atau siapa yang akan mengantarkan, Tetapi,,, siapa yang datang menjemputku… aku ingin, Engkau datang dengan senyum dan kasihMU,, membawaku masuk dalam kerajaan surgaMU.


Amin,,, Amin,,, Amin….🙂

Leave a comment »

Mampukah aku seperti bunda,,,?

Kutatap jam dinding yang bertengger di dinding kamarku, jarum jam menunjukkan angka 00.05 Wib. Aku tersenyum, aku memang sengaja menunggu waktu ini. Segera saja aku beranjak dari kamarku, aku ingin memberi kejutan untuknya.

Namun,, langkah kakiku terhenti, saat mataku menatap bunda yang sedang berdoa, kedengaran lirih suaranya. Aku menunggu beberapa saat, hingga bunda selesai berdoa.

Kudekati bunda.. mendengar langkah kakiku, bunda menoleh padaku.

“Selamat Ulang Tahun Bunda” kataku dengan semangat dan langsung memeluknya.

“Terimakasih sayang,,,” bunda membelai rambutku dan mencium pipiku.

“Citra bangun hanya untuk ini, nak?” tanya bunda sambil menatapku..

“Aku menyayangimu, bunda.. dan banyak hal yang ingin citra bicarakan dengan bunda…”

“Bunda juga menyayangimu, anakku.. tapi, sekarang… citra tidur lagi gih,, nanti citra masuk angin, besok kita bicara ya nak”. Sebenarnya aku ingin menolak sih,, tapi aku ngak ingin membantah bunda, apalagi untuk hari special ini. Kutatap wajah bunda, Bunda memberikan senyumnya, dan akhirnya aku beranjak setelah mengucapkan selamat tidur pada bunda.

Sebelum tidur, aku mengatur alarm ke angka 04.30 Wib.

Tak lupa memanjatkan doa dan.. langsung tidur deh…

===================

Aku tersentak ketika alarmku menjerit-jerit ‘tuk membangunkan aku. Segera ku offkan alarm, berdoa dan langsung beranjak ke dapur. Yah,, pagi ini aku ingin menyiapkan sarapan untuk bunda. Tapi,,, untuk kedua kalinya aku terkejut. Ternyata bunda telah bangun terlebih dulu, aku hanya terpana tegak diam menatapnya.

Jari-jarinya terlihat lincah mengolah dan mengerjakan segala sesuatu, padahal masih terlalu subuh.. semua penghuni rumah juga masih bersembunyi di balik selimutnya. Udara pagi itu sangat dingin.

Tetapi dinginnya udara tidak dihiraukannya. Wajahnya selalu bersinar, senyumnya yang ramah dan manis mencerminkan semangat dan rasa bahagia.

Tak satu keluhanpun pernah keluar dari bibirnya yang merah. Bunda selalu melakukan semuanya dengan ikhlas. Sedangkan aku,,,? hanya banyak menuntut, mengeluh, sakit hati, marah dan kecewa.

Ya Tuhan,, ternyata aku banyak kekurangan. Aku tidak pernah membahagiakan bunda. Bunda selalu melakukan yang terbaik buat kami, bunda adalah sosok ibu yang sempurna.

“Hai, Citra… sudah bangun ‘nak? pagi benar bangunnya..?” suara bunda membuyarkan pikiranku yang gundah.

“Sebenarnya, citra ingin menyiapkan sarapan untuk bunda.. tapi, bunda sudah lebih dulu menyiapkannya. Ada yang bisa citra bantu bunda?”

“Sudah kog sayang, tak banyak yang mau dikerjakan, semuanya sudah hampir selesai. Oh iya, tadi sebelum tidur ada yang ingin citra bicarakan dengan bunda, ada apa sayang?” tanya bunda dengan lembut.

“Bunda,, apa yang membentuk bunda menjadi wanita sempurna? aku ingin belajar dari bunda”

“Duh,, gadis kecilku,, bunda bukan wanita sempurna sayang,, tidak ada manusia yang sempurna selain Allah. Bunda hanya berusaha untuk melakukan dan memberikan yang terbaik bagi semua orang, karena bunda akan bahagia bila melihat orang lain bahagia” Kata-kata bunda mengalir dengan lembut. Bunda membuatku semakin kagum. “memberikan yang terbaik?” gumanku berulang-ulang.

“Bunda,, Pernahkah bunda sakit hati? Pernahkah bunda marah? Pernahkah bunda menangis?” aku menghujaninya dengan banyak pertanyaan.

Bunda diam, menatapku dengan lembut. Kemudian katanya sambil membelai rambutku.

“Semua orang pernah kecewa sayang, pernah menangis,,, tapi bukan sakit hati.. Jangan pernah ada kata sakit hati dalam diri kita, itu tidak baik. Kata sakit hati akan menjadi penghalang bagi kita untuk berbuat baik. Apalagi kata marah, saat kita marah, maka selama kemarahan itu ada, selama itu pula kebahagiaan hilang dari kita. Kamu mengerti maksudnya?” suara bunda lembut bersahaja.. Aku diam… termenung memikirkan setiap kata-katanya. Yah,, aku tau.. Saat aku marah dengan seseorang, saat itu aku kehilangan kebahagiaanku, tidak bersemangat dan malas melakukan aktifitas, bahkan enggan untuk bicara. Ya Tuhan,,, berapa banyak ternyata kerugiaan yang aku alami, aku menyadarinya kini.

“Sayang,, kamu harus mencoba untuk tersenyum dalam menyikapi setiap permasalahan. Selama kita hidup di dunia ini, kita selalu menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. Semua itu berguna untuk menguatkan kita, menjadikan kita lebih bijaksana. Jangan pernah mengeluh dalam setiap cobaan. Ketika cobaan datang, kita harus berkata bahwa hidup terlalu berharga bila dihabiskan untuk terus menerus merasa cemas dan khawatir. Maka Citra harus melakukan yang terbaik dan menerima apapun yang terjadi, percayalah bahwa Allah yang punya rencana. Bukankah kata bijak mengatakan ‘Man proposes, God disposes’, ya kan..?” lanjut bunda dengan senyumannya. Kututup mataku sekejap ‘tuk merenungkan setiap kata-kata yang keluar dari bibir bunda.

“Bunda, aku ingin belajar dari bunda, tentang bagaimana dibenci tanpa membenci. Tentang bagaimana dihina tanpa kembali menghina. Tentang bagaimana disakiti tanpa menyakiti. Tentang bagaimana memberi tanpa pamrih.” mataku mulai basah  dengan perasaan bergelora, airmataku mulai menetes.

Bunda memelukku dengan penuh perasaan. Kurasakan keteduhan bathinnya. Aku menikmati kehangatan pelukannya yang tulus, kedamaian mengalir dari setiap hembusan nafasnya.

“Bunda, apakah citra bisa seperti bunda?” tanyaku lagi

“Seperti bunda? ehm… justru kamu harus lebih baik dari bunda sayang. Kamu harus tumbuh menjadi wanita yang cantik. Yang disebut wanita yang cantik adalah wanita yang cantik sikapnya di dalam menanggapi berbagai masalah yang menghadangnya. Entah itu masalah kecil maupun masalah besar, kita harus dapat menyelesaikannya dengan tindakan yang cantik”

“tindakan yang cantik? apa maksudnya, bunda?”

Bunda mengajakku duduk di sampingnya, sebelum menjawab.

“Dengar anakku, saat orang lain menggerutu, mengomel dan mengkritik kita, nah.. kita harus berpikir bahwa mereka minta perhatian dari kita. Maka berikan perhatian itu dengan kasih sayang. Jadikan kritikan itu menjadi media untuk menempa kepribadian. Dengan begitu, kesabaran kamu akan terlatih dan jiwa serta hatimu akan bersih, bijak sehingga memancarlah kecantikan kamu..”

Bunda berhenti sejenak. kemudian lanjutnya: “Cobalah marah dengan suara yang lembut dan tertawa dengan suara yang keras, maka kebahagiaan akan terpancar dari wajah kamu. Kamu tau,, kebahagiaan bukan tergantung dari keadaan seseorang, tapi tergantung dari bagaimana sikap orang memandang suatu keadaan yang sedang dialaminya”

Aku berusaha sefokus mungkin mendengar dan memahami kata-kata bunda.

“Anakku, dibalik hujan yang deras, ada pelangi indah. Dan dibalik masalah yang berat, ada kemuliaan. Satu lagi anakku, tebalkan telingamu dari kata-kata negatif dan tipiskan telingamu untuk mendengar nasehat-nasehat bijak”. Kata-kata bunda bagaikan air penyejuk kalbu. Aku sungguh mengaguminya. Kupeluk bunda dengan erat, lalu kucium pipinya dengan lembut.

“Bunda, mampukah citra melakukannya?” bisikku ketelinganya. Bunda lalu memegang kedua tanganku, lalu katanya lagi,,

“Kobarkanlah cinta dan sayang yang kamu miliki, maka dengan cinta itu, kamu dapat melakukannya”.

“Aku akan selalu ada untukmu, anakku.. Sekarang pergilah mandi, sambut pagi dengan ucapan syukur dan bahagia. Jangan biarkan semangat dan kerajinanmu kendor. Bunda menyayangimu”

Sebelum beranjak, aku mencium bunda kembali..

“i love u, bunda. Semoga bunda panjang umur”

“i love you,too my dear..”

Aku lalu beranjak, kakiku terasa ringan melangkah tanpa beban. Aku bagaikan lahir kembali. Kusambut pagi dengan senyumku.. bagiku kini, Hari Esok Penuh Harapan.


🙂

Leave a comment »